Aku Kini Menjanda

broken

Posted by: Timun on: Desember 9, 2008

Waktu itu, aku adalah kepompong. Saat ber-metamorfosis menjadi kupu-kupu tentu saja sangat aku tunggu. Aku bosan berbentuk bulat dan tidak cantik. Tak ada yang melirikku.

Waktu yang kunanti akhirnya tiba. Ada lubang kecil yang mengarah ke udara terbuka, siap mengantarku mengalami perubahan itu. Melelahkan sekali ternyata, melewati luabng kecil itu. Sejenak, aku menghela nafas dan beristirahat. Baru kusadari, ada sesosok manusia purba yang mengawasi gerak gerikku. Seolah takjub, dia berkeinginan membantuku, yang terlihat lemah. Dengan tangan kasarnya, dikuakkan lubang kecil itu. Akupun dengan cepat bisa lolos menghirup udara segar.

Tapi, aku tak bisa mengepakkan sayap-sayapku. Berulang kali aku mencoba, gagal. Aku hanya bisa merangkak. Sayapku lumpuh.

Bantuan manusia purba itu melumpuhkanku. Konon, lubang kecil itu tak semestinya terkuak. Dengan melalui lubang kecil itu, aku mestinya bisa menghidupkan sayap-sayap mudaku.

Manusia purba itu hanya ingin membantu. Dia tak tahu. Apalagi aku.

2 Tanggapan ke "broken"

Makanya, orang tua sering menasehati kita untuk selalu bersabar : “Ojo kesusu nduk” :mrgreen:

Semua hidup normal, akan melalui proses alamiah. Jika tidak melalui proses alamiah, misalnya diperam, dicesar dan sebagainya adalah proses tidak alamiah.

Mungkin pernah dengar kata … semua akan indah pada waktunya. Jadi, yaa emang kudu bersabar :)

aku kok jadi inget kupu-kupu cantik yg ikut bersepedaan beberapa minggu yg lalu ya …

Tinggalkan Balasan