Aku Kini Menjanda

Chapter One

Posted by: Timun on: November 11, 2008

Gelap menyelimuti pagi. Masih beberapa jam lagi sebelum matahari muncul dan memanaskan atmosfir bumi. Kabut terangkat dari permukaan sungai dan menari, menggantung ringan diudara seolah sengaja menutup sinar temaram rembulan. Selalu, aku menyukai keheningan di tepian sungai yang sepi seperti saat ini. Dan sentuhan udara dingin yang menerpa ringan ke pori-pori kulit mukaku, menjalar ke seluruh tubuh hingga ujung kakiku. Disini, aku seperti berada di dunia yang baru. Berdiri tegak tak berkedip di kegelapan, menghentikan aktivitas kepalaku. Tak bicara sepatah katapun. Asing dan terlupakan.

Mungkin butuh waktu cukup lama bagiku untuk mengakui bahwa kini aku tak lagi penuh. Jiwaku seolah pergi dan tak menemukan jalan pulang, selalu mengembara dan tersebar. Kesemuaku kini hanyalah ilusi. Aku tak tahu. Setiap kali, aku seperti terbangun diatas sebuah batu hitam yang terhampar di tengah rerumputan coklat kehitaman. Gersang.

Seperti naga, semuamu hanyalah mitos.

Dulu, aku berjanji,  jika kamu tersesat aku akan langsung mencari, berusaha menemukanmu dan membawamu kembali. Maafkan karena tak mampu menepati itu. Mendadak dadaku sesak ditimbun rasa rindu pada laki-laki pembisik itu.

Aku melirik tubuh laki-laki yang terbaring pucat dihamparan batu. Gerakan kakinya pelan menendang bebatuan, menimbulkan bunyi gemerisik membuyarkan lamunanku. Tentu saja dia tidak dapat bergerak leluasa dengan kedua kaki dan tangan terikat kuat. Napasnya lemah satu- satu. Dia sudah sadar. Matanya yang terbuka lemah itu berkaca-kaca. Bola mata hitamnya memandangku tak karuan, melontarkan pandangan memelas sekaligus panik, memohon dikasihani.

Kemudian, getaran kecil menggoyang pundaknya, kelopak matanya terpejam, rahangnya terkulai … Laki-laki itu mati!

Aku membunuhnya.

Sampai ketemu kembali, whisper.

3 Tanggapan ke "Chapter One"

wadaw, baru chapter one udah nanya alasan jeng. hehehe, kalo lgsg dikasi tau alasannya ga ada misteri2nya dong ah. ceritanya kan ini mao bikin novel misteri gituh, yang agak2 gelap dikit. fyi, karena diharuskan membuat karya yang panjangnya 50rb kata , maka tulisan ini akan dibagi dalam 25 chapter. puanjang dan .. phew, membayangkannya aja dah melelahkan ya. apa ga jadi aja ya ikutan? hihihihi

auk deh ah. bagus ga bagus misteri ga misteri keren ga keren, bodo ah. nulis nulis aja .. walopun kayanya ada yang mencak2 karena menuduh saya mendahulukan hal yang begitu ga penting ini daripada urusan kuliah saya yang terbengkalai tak terurus itu. sekali lagi, biarin aja ah. ijinkan saya berduka dengan cara saya.

yang saya tampilkan disini juga cuma ringkasannya ajah, karena saya sendiri mudah bosan dan cape sekaligus malas kalo membaca postingan yang lebih dari 2 kali scrolldown. detail pembunuhan misalnya, tidak saya tampilkan disini. jadi, jika ada keluhan atau efek samping, boleh lah cerita ke saya huahaha padahal yang menderita efek samping itu saya. auch! thx a lot yah!

… ah keren…
semacam pribadi yang terbelah…

Tinggalkan Balasan