Aku Kini Menjanda

Archive for November 2008

lelah menjanda

Posted by: Timun on: November 25, 2008

eh ujan gerimis ajeikan teri diasinineh jangan menangis aje nyang pergi jangan dipikirin
nape ujan gerimis ajeikan lele ada kumisnyeeh kenape menangis ajeya udeh yuk cari gantinyee
0857 32 36 20 65

oh god

Posted by: Timun on: November 21, 2008

I know it’s been a while since I have talked to you
But maybe you’re the one who makes the winds blow
We’re looking at the stars without explanation
We contemplate as kings and simple men on trial
Our little world’s fragile
Oh God can you tell us when it’s going to stop
Maybe it’s not just down to you
Oh God [...]

Chapter Four

Posted by: Timun on: November 18, 2008

I let the beast in too soon
I don’t know how to live
Without my hand on his throat
I fight him always and still
O darling, it’s so sweet
You think you know how crazy
How crazy I am
You say you don’t spook easy
You won’t go, but I know
And I pray that you will
Fast as you can, baby
Run-free yourself of [...]

Chapter Three

Posted by: Timun on: November 18, 2008

Hampir tengah malam. Kini aku terduduk diam sendirian lebih dari 2 jam. Aku memutuskan untuk segera kembali ke rumah setelah kejadian penemuan mayat di kampung pak guru. Bergelung memeluk kedua lutut di pinggir kasur. Hanya dekapan udara pengap yang -untungnya- diwarnai suara pelan Alicia Keys setia menemani. Entah sudah berapa kali kaset itu berputar berulang-ulang [...]

Chapter Two

Posted by: Timun on: November 13, 2008

Old habits are hard to break, aku membatin. Kenapa pagi ini aku menyiapkan air hangat untuk Ayah mandi? Sekarang beliau sudah tak perlu mandi pagi-pagi. Hal yang menggelikan tapi justru membuat dadaku dibanjiri kepedihan, mengingat ayah. Mungkin karena suasana rumah ini yang membuat aku kembali menjelma peran menjadi anak kesayangan ayah. Aduh, masa yang nyaman [...]

Chapter One

Posted by: Timun on: November 11, 2008

Gelap menyelimuti pagi. Masih beberapa jam lagi sebelum matahari muncul dan memanaskan atmosfir bumi. Kabut terangkat dari permukaan sungai dan menari, menggantung ringan diudara seolah sengaja menutup sinar temaram rembulan. Selalu, aku menyukai keheningan di tepian sungai yang sepi seperti saat ini. Dan sentuhan udara dingin yang menerpa ringan ke pori-pori kulit mukaku, menjalar ke [...]

My NaNoWriMo 2008 Project

Posted by: Timun on: November 11, 2008

Dear friends atau siapapun yang membaca tulisan ini .. sepertinya saya menemukan cara untuk bisa menjalani Nopember ini dengan cepat dan tidak menyakitkan. Bergabung dengan hiruk pikuk NaNoWriMo 2008. Yep. Mungkin saya berhasil menyelesaikannya mungkin juga tidak. Tapi saya berkeinginan untuk mencoba. Jadi, meskipun telat, mohon doa restu yah [halah, kaya ada yang [...]

fake plastic trees

Posted by: Timun on: November 7, 2008

Her green plastic watering can
For her fake Chinese rubber plant
In the fake plastic earth.
That she bought from a rubber man
In a town full of rubber plans
To get rid of itself.
It wears her out, it wears her out
It wears her out, it wears her out.
She lives with a broken man
A cracked polystyrene man
Who just crumbles and [...]

Saat cinta bukan lagi untukku

Posted by: Timun on: November 7, 2008

Aku menginginkan hakku. Sebut aku berubah menjadi perempuan bodoh, kejam dan hanya bisa menyalahkan, mencari alasan atau bahkan tak punya perasaan, merasa benar dan tak mau menerima kenyataan, tapi aku hanya menginginkan hakku, milikku.
Kamu sudah mengambil seluruh keberanianku, kepercayaan diriku, kekuatannku, jadi tak kan kubiarkan kamu mengambil uangku!
Dasar anjing goblog! Pergilah dari kehidupanku!

I am a beach without the ocean

Posted by: Timun on: November 6, 2008

a mountain without treesa morning without breeze
a night without the moona plate without a spoon
a body without a soula rock-music without roll
a tiger without braverya woman without beauty